Selasa, 22 Desember 2009

tertatih memaknai arti sebuah hijrah

euforia kamis malam
di gegap gempita rumahNya
ada kesenyapan yang mengharu biru saat kumasuki kenyataan
bahwa gulita ini kini tersusupi seberkas cahaya...menyebar...membau
r..menjadi gambaran kesempurnaanNya..
janjiNya..
juga kemurahanNya..

ada dahaga yang mungkin telah tertuntaskan dengan kataNya...
pulanglah..,rumahNya akan selalu terbuka.., tak ada yang berhak meneteskan duka
karena disini, diruang hatimu...
Dia selalu menemani..

dan kau tau kawan...
sementara...
sementara...
akan ada akhir,
dan seharusnya kau bersiap untuk bergegas pulang...
karena perjalanan telah berakhir, dan perbekalanmu akan segera habis,
saat bulir bening ini menetes mahsyuk menutup kesyahduaan malam ini...


-Pusda'i, 1 Muharram-

Tidak ada komentar: